Jumat, 23 Agustus 2013

PROPOSAL SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN


A.    Latar Belakang
Tujuan utama Pembangunan Nasional Indonesia adalah memajukan kesejahteraan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Penjabaran konsep dasarnya adalah melindungi dan memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa demi menciptakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian, kemerdekaan abadi dan keadilan sosial.
Realisasi dan cita-cita tersebut  bagi masyarakat Papua telah diberlakukan melalui Undang-Undang Nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua untuk mandiri dan membangun masyarakat sesuai kewenangan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang nomor 32 tahun 2004 tentang  Pemerintahan Daerah di Indonesia.
Dalam perjalanannya, salah satu faktor yang menyebabkan ketidakharmonisan hubungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah Provinsi Papua adalah terkait implementasi otonomi khusus yang mengarah pada kegemukan budget (anggaran) dan infrastruktur tanpa melihat Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai penggerak pembangunan itu sendiri. Pendidikan di Tanah Papua cenderung terpuruk di tengah-tengah kebanjiran dana yang setiap tahun meningkat, padahal 20% APBN untuk biaya pendidikan dan pasokan dana dari pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten kota untuk meningkatkan kualitas pendidikan menjadi keprihatinan tersendiri yang dianggarkan dalam setiap tahunnya. Jika dilihat secara keseluruhan berdasarkan laporan pencapaian tujuan  pembangunan Millenium atau Millenium Development Goals (MDGs) Indonesia 2007 dari United Nation Development Programme (UNDP) pada tahun 2007 maka, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia Tahun 2009 yang diukur dari pendapatan riil per kapita, tingkat harapan hidup, tingkat melek huruf dan kualitas pendidikan dasarnya Indonesia berada di peringkat 111 dari 182 Negara yang dinilai UNDP (2009: 35). Di kalangan Negara anggota ASEAN, peringkat Indonesia jauh di bawah Filipina dan Thailand, bahkan berada di bawah Vietnam.
Menurut Laporan UNDP 2009, peringkat IPM Indonesia menunjukkan belum adanya perbaikan yang signifikan jika dilihat dari faktor-faktor penting seperti Indeks Pembangunan Manusia (2007:5), terutama terkait pengurangan angka kemiskinan dan perbaikan kualitas pendidikan.
Berdasarkan SurveyUnited Nations Educations Scientific and culture organization (UNESCO), terhadap kualitas pendidikan di negara-negara berkembang di Asia Pasifik, Indonesia menempati peringkat 10 dari 14 Negara. Sedangkan kualitas guru berada pada level 14 dari 14 negara berkembang. Salah satu faktor penyebab adalah lemahnya para guru dalam menggali potensi anak atas kebutuhan, minat, dan bakat yang dimilikinya. Pengajar terkesan memaksakan kehendak tanpa memberikan kesempatan kepada anak untuk kreatif dan berkembang. Dari beberapa data di atas menunjukan bahwa, indeks pembangunan manusia diukur dari kualitas pendidikan di Indonesia mengalami kemunduran dan kalah saing dengan negara-negara tetangga, walaupun beberapa bidang seperti Matematika, Fisika dan bidang teknologi maupun komunikasi merai kesuksesan dan membawa nama baik bangsa di level Internasional.
Memang harus diakui bahwa pendidikan di Papua masih jauh tertinggal dari daerah-daerah lain di Indonesia. Terlebih lagi yang berada di daerah-daerah pedalaman Papua (kawasan pegunungan), karena terkendala dengan berbagai faktor seperti transporatasi, komunikasi, maupun informasi terbilang serba terbatas bahkan tidak terjangkau menjadi kendala utama untuk mengukur tingkat kemajuannya.  Belum lagi kurikulum pendidikan yang terkesan dipaksan tanpa mengandalkan nilai-nilai kehidupan sosial budaya setempat sehingga harapan akan peningkatan kualitas pendidikan jalan di tempat dan menambah kesukaran mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Dari sejumlah permasalahan tersebut, hendaknya semua komponen bangsa harus terlibat aktif dalam upaya mencari solusi mempercepat proses peningkatan indeks pembangunan manusia melalui pendidikan di Indonesia – Papua, dan Pegunungan Bintang khususnya.
Oleh karena itu, Panitia Seminar Nasional bertajuk “Pendidikan” yang dicetuskan oleh Komunitas Mahasiswa Aplim Apom (KOMAPO) Se-Jawa, Bali & Sulawesi Kabupaten Pegunungan Bintang bekerja sama dengan Yayasan Bina Teruna Indonesia Bumi Cenderawasih (Binterbusih) mengundang beberapa elemen bangsa. Baik dari pemerintah pusat selaku (Menteri Pendidikan), Pemerintah Provinsi Papua (Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua), dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang untuk bekerjasama mengevaluasi dan mencari format pendidikan yang baik untuk Papua pada umumnya dan memajukan Pendidikan di Kabupaten Pegunungan Bintang khususnya, sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
B.     TEMA
Tema Seminar Nasional 3 hari adalah “Pendidikan Menjawab Kesejahteraan Masyarakat Papua”

C.       TUJUAN KEGIATAN
Seminar Pendidikan Nasional ini bertujuan mencari format pendidikan kontekstual Papua di Provinsi Papua, khususnya Kabupaten Pegunungan Bintang. Dengan harapan bahwa melalui kegiatan seminar dapat menyatukan persepsi dari semua pihak yang berkepentingan di bidang pendidikan dalam upaya membangun kualitas pendidikan menuju pencapaian target Pembangunan Millenium (Millenium Development Goals)MDG,s 2015.

D.       Waktu & Tempat
Waktu penyelenggaraan Seminar Nasional Pendidika:
Hari                    :  Senin – Rabu, 6 – 9 Januari 2013
Tempat               : Griya Paseban, Provinsi Jawa Tengah, Semarang

E.        PESERTA
1.   Anggota Komunitas Mahasiswa Pelajar Aplim Apom (KOMAPO) Jawa Bali dan Sulawesi Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua
2.   Utusan mahasiswa dari setiap Paguyuban Kabupaten Se-Papua di Jawa dan Papua (IMPETANG)
3.    Para Undangan
4.   Simpatisan dari seluru Indonesia

F.     SUSUNANACARA
Susunan Acara Kegiatan Seminar Nasional (Terlampir)

G.    SUSUNAN PANITIA
1.      Steering Committee (Terlampir)
2.      Organizing Committee (Terlampir)

H.    AGGARAN KEGIATAN
Budget Anggaran Kegiatan Seminar Nasional (terlampir)

I.       PENUTUP
Demikian proposal ini kami buat sesuai rencana kerja Organisasi Pelajar dan Mahasiswa Pegunungan Bintang yang sedang studi di Jawa dan Bali. Semoga dapat membuahkan hasil dalam mendukung terselenggaranya kegiatan Seminar Nasional sesuai dengan rencana. Atas perhatian dan dukungan dari bapak/ibu, kami ucapkan terimakasih.


Yogyakarta,  September 2012

Panitia Seminar Nasional Pendidikan
Tiga Hari KOMAPO Jawa Bali Dan Sulawesi
Kabupaten Pegunungan Bintang, Propinsi Papua





Yulianus. I. Uropdana, SH                                                   Anthonius  Ningmabin
Ketua                                                                                      sekertaris

Mengetahui,



Fransiskus  Kasipmabin
Sekjend KOMAPO

ANGGARAN KEGIATAN
SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN DUA HARI
Urutan
Kebutuhan
Jenis Kebutuhan
Jumlah Satuan
Jumlah Rupiah
(Rp)
Keterangan
Kesekertariatan
Leptop Thosiba
1 Buah
10.000.000
New

Printer Canon iP PIXMA
1 Buah
8.000.000
New

Kertas A4
5 Rim
500.000
New

Handy Camp Sonny
1 Buah
5.000.000
New


Jumlah
23. 500 000






Konsumsi
Makan
200 org x 3 kali makan = 200 x 60.000/org  x 3 hari
36.000.000
Panitia

Sneck
200 x 20.000/org  x 3 hari
12.000.000
Panitia


Jumlah
48.000 000

Transporasi
Tiket Peg.Bintang-Jogja PP
15 org x 60 juta + 37.500.000
157.500.000


Manado -Jogja
2 org x 1.500.000
6.000.000


Makasar-Jogja PP
2 org x 1.200.000
2 000 000


Tiket mahasiswa IPMPETANG Jayapura-Jogja PP
2 orang x  @ 6.000.000
12. 000 000


Jawa Timur-semarang PP
5 org x @ 300 000
1 500 000


Bali –semarang PP
2 org x  @ 2 000 000
3.000 000


Jakarta-semarang PP
12 org x @ 400 000
4.800.000  


Semarang-uangaran PP
32 org x 500 000
1.000.000


SALO (Salatiga-Solo) PP
 25 orang @ 200 000
5 000 000


Jogja-semarang PP
112 orang @ 100 000
11.200 000



Jumlah
206 000 000

Pubdekdok
Spanduk
1 buah ukuran 3 x 5
500 000


Publikasi
20 buah@ 5 000
100 000


Media
TV One & Metro Tv, Metro Papua, TVRI  @ 10 000 000
40 000 000


Hendicame
Hendicame 2 buah @ 11 000 000
22 000 000


Camera Canon 100 D
2 buah x @ 6.000 000
12. 000.000



Jumlah
74 500 000

Honorarium
Honorarium Pemateri
8 orang @  3 000 000
24. 000 000


Honorarium Pembahas
 4 orang @ 2 000 000
8 000 000


Honorarium Moderator
4 orang  @ 1 000 0000
4 000 000



Jumlah
36.000 000

Biaya Lain-Lain
Biaya tak terduka

10 000 000


Biaya Kepanitiaan

10 000 0000



Jumlah
20 000 000



JUMLAH TOTAL
408.000.000


Total  danaseminar NasionalPendidikan                            : Rp.408.000.000,00
Terbilang: Empat Ratus Delapan Juta Rupiah                   
Dana Dapat Disalurkan Melalui :
No. Rekening                          :  1540007286770
Bank Mandiri Atas Nama       :  Ramces Ningmabin (Bendahara Panitia)
No. Hp                                                :  081328457707 (Bendahara KOMAPO  atau 
081225608879  (Sekjend  KOMAPO)                                  

SUSUNAN PANITIA
SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN        
Steering  Committee 
1.      Drs. Paulus Sudiyo
2.       Drs.Theodorus Sitokdana, SA
3.       Markus Ningmabin, SH. LL, H;
4.      Spey Bidana, S.T, M. Si
5.      Gerald O. Bidana, S.Pd
6.      Kristianus Hiktaop, S.Akt
7.      Melkior Ngalumsine Sitokdana ,SI
8.       Akkis Akmin Kisamlu, SE
Organizing Committee
1.      Ketua Team Koordinator                  : Yulianus. Ibinweng Uropdana. SH
2.      Wakil  Ketua Team Koordinator       : Sdr.  Agustinus Uropka
3.            Sekretaris  I                                                : Sdr. Anthonius  Ningmabin
4.            Sekertaris  II                                   : Sdri. Emerensiana Ripka Urpon
5.      Bendahara     I                                   : Sdr. Ramces  Ningmabin
6.      Bendahara II                                     : Sdr. Tenius Turukna


KOORDINATOR DEVISI:
       I.            Devisi Acara:
1. Sdri. Elka Mimin (coordinator)
2. Sdr. Ferdinan Zakyoc Bamulki
3. Sdri. Petronela Weyap
    II.            Devisi  Dekorasi:
1. Usky W. Bidana (coordinator)
2. Mayus Pigai
3. Wensenlaus Urpon
 III.            Devisi  Dokumentasi
1. Tim komapo news                          
 IV.            Devisi Perlengkapan
1. Srd. Yuling Malo (coordinator)
2. Sdr Agus Kalaka
3. Sdr. Nopilus Tepmul                      
    V.            Devisi Konsumsi       
1. Sdri. Maria Defota Tekege (coordinator)
2. Sdri Yunince Asiki
3. Sdri. Cristina Wakey                      
 VI.            Devisi Trasportasi
1. Sdr. Martinus Kalakmabin (coordinator)
2. Sdr. Elias Duyala (JOGJA)
3. Sdr. Marsel Sipka (SALO)
4. Evader Uropmabin (SEMARANG)
5. Sdr. Nopinus Delka (JABODETABEK)
6. Sdri. Leoni Oktemka (JATIM & BALI)
7. Sdr. Yanus Tepmul (MENADO)               
VII.            Devisi Kerohanian
1. Sdri. Ancelin Uropmabin (coordinator)
2. Sdr. Andir Meku
3. Sdr. Akkis Akmin Kisamlu
4. Sdr. Ferdinan Zacyok Bamulki      
5. Sdr. Gutinus Wasini           
VIII.            Devisi Keamana
1. Sdr Maksimus Asiki (coordinator)
2. Sdr Willybrodus Alwolka  
3. Sdr. Markus Kalakmabin
4. Sdr. Diktol Uopmabin                   
 IX.            Devisi P3K
1. Sdri. Kasmira Yawalka (coordinator)
2. Sdr. Isak Sakeus Kalaka
3. Sdri. Emiyona Tepmul                                           
    X.            Devisi Humas :
1. Sdr. Valentino Urpon (coordinator)
2. Ketua-Ketua Kordinator Wilayah
 XI.            Devisi Perekaman
1. Sdr. Romeo Uropdana (coordinator)
2. Sdr. Gutinus Wasini

SUSUNAN ACARA SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN

Hari/Tgl/
Pukul
Urutan Acara
Pemateri
Pembahas
Moderator
Penanggun Jawab
SENIN, 07 Jannuari 2013
Penerima Tamu Undangan  Seminar  Nasional Pendidikan

Panitia

Panitia

MC

Panitia

07.00-08.40

08.40-09.00
Prakata / Doa Pembukan & Lagu Indonesia Raya 

Panitia

Panitia

MC

Panitia





09.00-10.00
Sambutan- sambutan:
a)    Ketua paniti  seminar Nasional
b)   Pengurus KOMAPO
c)    Sambutan Sekalian pembukan Seminar Pendidikan Nasional oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang

a)     Yulianus Ibinweng Uropdana
b)    Fransiskus Kasipmabin
c)     Bapak Yakobus Wayam,  S. IP



MC



Panitia

10.00-12.00
Kebijakan Pemerintah Pusat Mewujudkan kualitas pendidikan Indonesia untuk  mencapai target  MDG,s 2015

Prof. Dr. Muhammad Nuh
Drs. Paulus Sudyo
( Executive Directure) Yayasan Binterbusih

Bapak Gerald Bidana, S.Pd
Menteri Pendidikan Nasional RI

12.00-13.30
Makan Siang


MC
Panitia

13.30-15.30
Peran DPD dalam memajukan Pendidikan Papua demi mewujudkan target MDG,s 2015

Drs. Paulus Sumino



Markus Ningmabin SH. L. LM
Yulianus Ibinweng
Uropdana, SH

Anggota DPR RI

15.30-17.30
Peran Pemerintah Provinsi  Papua dalam mewujudkan Pendidikan untuk mencapai  target MDG,s 2015

Dr. Drs. James Modow, M. Sc
Drs. Paulus Sudyo
 ( Executive Directure) Yayasan Binterbusih

Melkior N.N Sitokdana

Kepala Dinas P & P Provinsi Papua
17.30-18.30
Makan Malam


MC
Panitia
18.30-20.30
Implementasi kebijakan pemerintah daerah tentang pendidikan melalui Progeram Kerja Sama Pemerintah daerah dan USD
Drs. T. Sarkim, M.Ed; Ph.D. ( Wakil Rector IV Universitas Sanata Dharma Yogyakarta)

Akkis Akmin Kisamlu, SE

Maksimus Asiki

Universitas Sanata  Dharma

20.30-22.30
Strategi Membangun pendidikan  anak  Papua
Drs. Paulus Sudyo
( Executive Directure) Yayasan Binterbusih

Bapak Gerald Bidana, S.Pd


Fransiskus Kasipmabin

Yayasan Binterbusih
22.30-06.00
Istirahat/tidur


MC
Panitia
SELASA, 08 Januari. 2013

   Program P&P dalam memajukan Pendidikan Pegunungan Bintang

Drs. Dance  Hosio ( Kepala Dinas P & P) Kab. Pegunungan Bintang

Drs. Paulus Sudyo
 ( Executive Directure) Yayasan Binterbusih

Kristianus Hiktaop, S.E

Dinas P & P Kab. Pegunungan Bintang

08.00-10.00



10.00-12.00

Peran DPRD Kab. Peg. Bintang Mendukung  Pendidikan di Kabupaten Pegunungan Bintang

Niko Dumnok Kakyarmabin S.IP


Markus Ningmabin SH. L. LM

Akkis Akmin Kisamlu SE

DPRD Kab. Peg. Bintang
12.00-13.30
Istirahat  makan  siag
Panitia
Panitia
MC
Panitia
13.30-15.30
Perkembangan pendidikan kabupaten pegunungan bintang masa sebelum dan sesudah pemekaran
Perwakilan guru senior Kabupaten Pegunungan Bintang
Maksimus Asiki

Decky Kasipmabin
KOMAPO

15.30-17.00
Peran Pemuda dalam  mendukung Pendidikan Pegunungan Bintang


Spey Bidana, S.T, M. Si


Bapak Gerald Bidana, S.Pd


Yulianus Ibinweng
Uropdana, SH


PEMDA
KAB.PEG.
Bintang

17.00-18.30
Makan Malam


MC
Panitia

18.30-20.30
Kontroling DPRD (KOMISI C) Peg. Bintang terhadap  perkembangan Pendidikan Kabupaten  Pegunungan  Bintang
Piter Kalakmabin
( Ketua DPRD Kab. Peg. Bintang)

Kristianus Hiktaop, S.E

Melkior Sitokdana, SI

PEMDA
KAB.PEG.
Bintang

20.30-22.30
Konsep memajukan pendidikan kabupaten pegunungan bintang ke depan
Drs.Theodorus Sitokdana, SA
Drs. Paulus Sudiyo

Markus Ningmabin SH. L. LM
KOMAPO




Kamis, 22 Agustus 2013

SURAT PANGILAN SEKJED KOMAPO 2013/2014




KOMUNITAS MAHASISWA PELAJAR APLIM APOM
KABUPATEN PEGUNUNGAN BINTANG
SE-JAWA BALI DAN SULAWESI
Sekertariat:  Mrican Gejayan Yogyakarta
Hanphone : 081240286177/081229553
Yogyakarta, 20-08-2013

Nomor: 02/SP/PEMB/KOMAPO/SJBSSK/VIII/2013
Hal                  : Surat Panggilan Pertanggungjawaban
Sifat                : PENTING DAN MENDESAK
 h. Sdr. Gutinus Wasini dan Sdr. Marsel Sipka
Sekjend Komapo 2013-2015
Di
            Jayapura Papua

Dengan hormat,

Demi kepentingan dan kebutuhan seluruh anggota dan terlebih menjaga kredibilitas para pemimpin organisasi KOMPAO, maka  perlu dilakukan evaluasi menyeluruh sesuai mekanisme organisasi. Kegiatan evaluasi segera dilakukan mengingat kepemimpinan KOMAPO periode 2013-2015 sudah berlangsung 8 bulan. Hal ini akan berjalan apabila pemimpin tertinggi organisasi sudah harus ada di tempat dan melaksankan kegiatan evaluasi tersebut.
Agar semua kepentingan anggota dapat diakomodir melalui kepemimpinan yang ada, maka kami melakukan pemanggilan pertama kali kepada Saudara Gutinus Wasini dan Saudara Marsel Sipka untuk segera memenuhi panggilan ini dalam jangka waktu 2 x 24 jam. Kami arahkan semua kepentingan pengurus dan anggota harus dapat terjadi sesuai dengan mekanisme organisasi.
Demikian surat panggilan ini dikeluarkan untuk menjadi perhatian dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.                                   

Dewan Pembina Organisasi KOMAPO


A. Octoviaen Gerald Bidana, S.Pd.,MPA                Melkior Nicolar N. Sitokdana, S.Kom




Rabu, 21 Agustus 2013

MENYELAMATKAN PENDIDIKAN, FP2MPB MENGUNDANG PEMERINTAH DAN LEMBAGA KERJA SAMA KE YOGYAKARTA


Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua dalam perjalanannya  ke Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk memenuhi seruan mahasiswape gunungan bintang di luar pulau papua. Seruan tersebut sebelumnya (18/07/2013) disebarkan ke sejumlah pejabat terkait di papua. Kehadiran pemerintah (eksekutifdanlegislatif) di kota study Yogyakarta membawah suasana harapan yang besar  oleh seluruh masyarakat, mahasiswa dan pemerintah untuk memperbaiki nasib pendidikan di Pegunungan Bintang.
Dalam rangka membicarakan permasalahan biaya pendidikan oleh pemerintah daerah di sejumlah lembaga kerjasama di tanah Jawa, mahasiswa Pegunungan Bintang yang tergabung dalam Forum Peduli Pembangunan Masyarakat Pegunungan Bintang (FP2MPB) memfasilitasi dan mengundang pihak pihak yang berekepentingan dengan kerjasama pendidikan untuk membicarakan permasalahan tersebut.
Pihak- pihak yang diundang untuk hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya pemerintah daerah (legislative maupun eksekutif) sebagai pihak pertama (menanggung biaya kerjama), perwakilan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Universitas Gadja Madah, Yayasan binateruna bumi cenderawasih, surya institute di Jakarta. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Yogyakarta,  senin (22/07/2013) silam, berjalan dengan lancar walaupun sebagian besar mahasiswa tidak terima tanggapan pemerintah daerah.
Moderator yang dipimpin oleh Gerald Bidana, Spd, MA.,memulai diskusi di ruang pertemuan hotel Garden, padapukul  10. 00 waktu Yogyakarta. Bagaimana jalannya diskusi antara pemerintah daerah, lembaga kerjasama dan mahasiswa pegunungan bintang? Berikut laporan  yang diliris media WWW.KOMAPO.ORG pada saat acara berlangsung.
Diskusi tersebut agar berjalan lancer dilakukan metode diskusi tiga tahap, pertama laporan perkembangan pendidikan dan tunggakan biaya pendidikan bagi mahasiswa oleh pihak kerj sama, kedua tanggapan dan rekomendasi pemikiran mahasiswa, ke tiga tanggapan dan jawaban dari pemerintah daerah (legislative dan eksekutif). Diskusi tersebut dengan metode tiga dimensi.
Laporan dari lembaga kerja (pihak universitas Sanata Dharma Yogyakarta, UGM, Surya Institut, Binterbusih) mengalami kendala yang sama, yaitu kendala komunikasi dengan pemerintah daerah. Mereka mengeluh bahwa kami selalu menghubungi ke pemerintah daerah, tetapi belum direspon secara baik. Kadang sudah komunikasi tapi realisasi dari komunikasi tersebut belum ada. Akibat dari miskomunikasi tersebut dan keterlambatan pengiriman dana ke lembaga kerja sama, beberapa mahasiswa semester atas menunda KKN, KKL, bahkan pembayarn uang semester di dispensasi.

Tanggapan mahasiwa seputar ketidakkonsistenan pemerintah dalam membangun sumber daya manusia pegunungan bintang melalui pendidikan antara lain bahwa pemerintah harus menangani pendidikan dengan serius supaya IPM Pegunungan Bintang bisa berubah dari dasar keterpurukan. Jika pejabat terkait tidak konsisten menagani biaya pendidikan, kami mohon kepada bupati untuk dipecat, karena menghambat kesiapan SMD Pegunungan Bintang.
Menaggapi atas laporan dan pandangan yang disampikan lembaga kerja sama dengan mahasiswa, berikut tanggapan pemerinta daerah Pegunungan Bintang. Wakil bupati, Drs. Jeck Wayam,  mewakili pemerintah daerah mengatakan “pendidikan  tidak akan berjalan sendiri bila tidak didukung oleh bidang lain seperti kesehatan, ekonomi, politik, social budaya. Semua saling terkait. Perbaikan politik maka pendidikan dan bidang lainnya akan membaik pula. Ia menambahkan juga bahwa, Kelalaian pemerintah daerah terhadap kerja sama tidak ada hubungannya dengan bidang pendidikan. Artinya tidak dipengaruhi dengan kebijakan politik local di kabupaten pegunungan bintang. Di sisi lain,kepala BAPEDA Peg. Bintang mengatakan pendidikan merupakan perioritas utama bagi pemerintah daerah. Untuk mendudkung pendidikan, tentu mengangarkan anggaran pendidikan per tahun, untuk menunjang pendidikan peg.Bintang. 
Di sela-sela pertemuan hadir pula sejumlah anggota legislative. Ketua DPRD, Niko Dumnok Kakyarmabin mengatakan “ masukan dari mahasiswa merupakan tangungjawab kami. Itu merupakan pekerjaan rumah kami sebagai anggota DPRD dan pemerintah untuk duduk bersama menyususn, mengesahkan seluruh persoalan yang ada. Tugas kami adalah mengawasi pemerintah secara keseluruhan, namun kami jujur bahwa belum ada pengawasan secara kontinyu.  Kami akan evaluasi bersama, seketika kami di daerah kata ketua DPRD Pegunungan Bintang.

Sedangkan, komisi D bagian pendidikan dan kesehatan, kata Jhon Qurning menambahkan tenaga pengajar [guru] khusus SMP harus ada regulasi atau membuat peraturan/hukum yang mendasar sesuai dengan PERDA No.8 Tahun 2011 tentang pendidikan di Kabupaten Pegunungan Bintang. Kemudian dilanjutkan oleh Kepala Bagian Keuangan Kabupaten Pegunungan Bintang menjelaskan tentang keuangan dalam hal ini pos dana untuk pendidikan adalah 20%. Dari dana ini dapat dibagi menjadi dana bantuan HIBA dan bantuan sosial. Dari dua jenis bantuan dana ini ada bersifat beasiswa akan tetapi ada syarat-syarat tertentu yang harus dibuat oleh pemerintah daerah, lembaga kerjasama dan mahasiswa.
Dari semua pejabat daerah yang menanggapi segala persoalan tentang pendidikan ini hampir semua peduli terhadap pembangunan pendidikan di Kabupaten Pegunungan Bintang serta mengambil kebijakan yang tepat. Namun sayangnya, pejabat daerah siapapun bicara hanya dimulut  saja manis. Setelahtelan ludah tidak bisa dicerna lagi dan rasanya pahit. Sehingga mahasiswa aplim-apom di kota Yogyakarta benar-benar kecewa dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang dan moderator yang memimpin jalannya pertemuan tesebut. Kami memang benar benar kesal dari jawaban pemerintah. Kami akan tuntut kembali dan mengundang pemerintah lagi, kata sejumlah mahasiswa.
Mahasiswa  berharap kedepan lebih mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi terutama pembangunan pendidikan manusia pegunungan bintang. Apalagi bagaimana perasaan diri terhadap diri sendiri itu lebih diutamakan daripada perasaan orang lain.Maka pemerintah daerah Kabupaten Pegunungan Bintang yang melanjutkan kebijkan pemerintah daerah lama dalam kerjasama antar lembaga terus dilanjutkan dan harus bertanggungjawab.
“Dengan penuh harapan akan menciptakan manusia yang  akan merubah tanah Aplim–Apom menjadi lebih baru dan berubah berarti didorong generasi muda penerus bangsa aplim apom secara baik. Kami mahasiwa aplim-apom akan mendukung sepenuhnya kepada kebijakan pemerintah daerah Kabupaten Pegunungan Bintang tersebut selagi mengutamakan manusianya. Harapan dan kenyataan kedepan adalah menjadi manusia-manusia yang memiliki nilai-nilai moral dan berjiwa mental pemimpin yang lebih baik dan patut di teladani.Oleh karena itu, soal bicara manusia Aplim-Apom tidak sekedar mengambil kebijakan saja untuk mencari keuntungan semata.Namun harus diawasi oleh lembaga DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang sampai pada sasarannya” kata mahasiswa.




DISKUSI KINERJA KOMAPO 2013/2015

Yogyakarta, 22 Agustus 2013 Kordinator Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta Mengadakan diskusi tentang  mandeknya kinerja Badan Pengurus Harian (BPH) Komunitas Pelajar dan Mahasiswa Aplim Apom (KOMAPO) Se-Jawa Bali dan Sumatera Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua masa  periode 2013/2015 maka, anggota korwil Yogyakarta yang hadir dalam evaluasi kinerja selama pelantikan  sampai  dengan saat ini belum ada yang terlaksana progeram maupun kegiatan lain maka dari beberapa anggota yang ikut dalam pertemuan ini mereka sungguh-sungguh meminta agar segera melakukan solusi terbaik bagi BPH agar bias diganti atau di revisi BPH KOMAPO. Dalam pertemuan ini yang hadir terdiri dari anggota KOMAPO korwil  Yogyakarta dan beberapa Senior KOMAPO mendesak harus ganti Sekjen KOMAPO, karena melihat dari beberapa pengalaman yang selama ini tidak seperti diskusi, KOMAPO CAP II, Makrab, Seminar Tesis, dan lain-lain yang  tidak terlaksana sesuai Visi dan Misi pada saat pemilihan Sekjed dan Wakil Sekjed serta  kurang jelasnya kinerja selama 8 bulan yang sedang berjalan. Dalam pertemuan ini  juga ada beberapa anggota mengatakan bahwa tidak ada penjelasan  uang anggaran Organisasi atau  tidak ada laporan yang jelas selama beberapa bulan ini, hal tersebut ini senioris maupun anggota  KOMAPO yang hadir dalam pertemuan ini  juga sepakat untuk ganti sekjed dalam waktu yang singkat. Tujuan yang pertama pada pertemuan ini adalah evaluasi  kinerja BPH  KOMAPO periode 2013/2014 namum hal ini  juga tidak segampang itu dilakukan tetapi melihat dari berbagai segi yang sedang ada dalam masalah di sekitar mahasiswa, maka hal yang paling penting dalam organisasi KOMAPO adalah  untuk memperbaik agar manusia mudah Alim Apom belajar oganisasi yang baik dan benar untuk mempersiapkan orang-orang yang siap dipakai kapanpun dimana pun, baik dalam maupun luar. Hal  kedua adalah untuk memperlancarkan komunikasi masalah KOMAPO dan Pemerintah  Kabupaten Pegunungan Bintang di bidang pendidikan untuk mempersiapkan Sumber daya manusia (SDM) daerah. Tujuan Utama adalah masalah komunikasi  yang tidak lancara baik pusat  ketua sampai dengan  Korwil-korwil bakan sampai anggotanya, selain itu juga belum ada  kejujuran antara ketua, wakil dan anggota lain serta belum ada Evaluasi kerja selama  ini maka masalah makin meningkat di tingkat KOMAPO maupun Daerah. Oleh karena itu  beberapa mahasiswa yang hadir dalam petemuan itu mengatakan dengan tegas untuk  penggantia sekjend kali ini harus punya hati yang membangun, kejujuran komunikasi yang  lancar, rasa tanggungjawab dan memberi teladan yang baik serta  ikuti prosedur yang ada, maka seketia jadi sekjend juga akan berjalan dengan baik apa yang kita pikirkan semua anggota se- Jawa Bali dan Sumatera. Katakan dengan tegas hampir semua mahasiswa yang ada dalam rapat korwil Yogyakarata di Kantin Realino Mrican 22 Agustu 2013 pukul 15.30 WIB.

YEPMUM… TELEP…..ASBE….YELAKO…..LAPMUM.

Minggu, 18 Agustus 2013

DEFINISI DARI ORGANISASI MENURUT 10 ORANG AHLI

Organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen. Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisa organisasi (organization analysis)
Definisi. Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
  • Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
  • James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
  • Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
  • Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
  • Prof Dr. Sondang P. Siagian, mendefinisikanorganisasi ialah setiap bentuk persekutuan antara dua  orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang / beberapa orang yang disebut atasan dan seorang / sekelompok orang yang disebut dengan bawahan.
  • Drs. Malayu S.P Hasibuan mengatakanorganisasi ialah suatu sistem perserikatan formal, berstruktur dan terkoordinasi dari sekelompok yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu. Organisasi hanya merupakan alat dan wadah saja.
  • Prof. Dr. Mr Pradjudi Armosudiro mengatakanorganisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.
  • James D Mooney berpendapat bahwa Organization is the form of every human, association for the assignment of common purpose atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian suatu tujuan bersama.
  • Chester L Bernard (1938) mengatakan bahwa Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih ( Define organization as a system of cooperative of two or more persons) yang sama-sama memiliki visi dan misi yang sama.
  • Paul Preston dan Thomas Zimmerer mengatakan bahwa Organisasi adalah sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. (Organization is a collection people, arranged into groups, working together to achieve some common objectives).
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran. Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.



Sabtu, 17 Agustus 2013

SURAT KUASA PENGISIAN KRS



Dengan hormat,
Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama                                      : AGUSTINUS UROPKA
Nim                                         : 091324002
Semester                                 : V (Lima)
Perguruan Tinggi                  : Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
Fakultas                                 :  FKIP
Jurusan                                  : PENDIDIKAN EKONOMI

Melalui surat ini telah memberi kuasa kepada :

Nama           : Wilibrodus Alwolka
Nim              : 082214099

Untuk mewakili pengisian kertu rencana studi (KRS) semester V
Untuk itu penerima kuasa dikuasakan untuk isi KRS (tujuan pemberian kuasa).
 tahun ajaran 2013/2014.
Saya berhalangan dalam pengisian kartu rencana studi dikarenakan saya pulang kampung.

Demikian surat kuasa ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya, atas perhatian dan bantuan bapak, saya ucapkan terimakasih.



Yogyakarta, 12 Agustus, 2013

Penerima kuasa                                                                                              Pemberi Kuasa

                                                      
                                                                                                                           

Wilibrodus Alwolka                                                                                  AGUS UROPKA